Analisis Dinamika Kasus Baru HIV/AIDS di Kalimantan Timur Menggunakan Regresi Binomial Negatif

Penulis

  • Eli Zulkatri Institut Teknologi Kalimantan
  • Lili Hernawati Institut Teknologi Kalimantan
  • Yumna Aqila Institut Teknologi Kalimantan

DOI:

https://doi.org/10.57059/formasi.v6i1.145

Kata Kunci:

data cacah, kesehatan masyarakat, ketimpangan wilayah, overdispersi, tingkat pengangguran terbuka

Abstrak

Kasus HIV/AIDS masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang perlu dianalisis tidak hanya dari sisi jumlah kasus, tetapi juga dari pola perubahannya antarwaktu dan antarwilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika kasus baru HIV/AIDS di Provinsi Kalimantan Timur serta menguji hubungan antara indikator sosial-ekonomi dan jumlah kasus baru HIV/AIDS. Data yang digunakan merupakan data panel 10 kabupaten/kota selama periode 2022 sampai 2025, sehingga diperoleh 40 observasi. Variabel respons adalah jumlah kasus baru HIV/AIDS, sedangkan variabel penjelas meliputi kepadatan penduduk, persentase penduduk miskin, tingkat pengangguran terbuka, dan indikator tahun. Analisis dilakukan menggunakan regresi Poisson dan regresi Binomial Negatif. Hasil deskriptif menunjukkan bahwa total kasus baru HIV/AIDS menurun dari 453 kasus pada tahun 2022 menjadi 297 kasus pada tahun 2025, tetapi masih terkonsentrasi pada Kota Samarinda, Kota Balikpapan, dan Kutai Kartanegara. Model Poisson menunjukkan overdispersi dengan deviance/df sebesar 29,6335 dan Pearson/df sebesar 39,0681. Regresi Binomial Negatif memberikan kecocokan model yang lebih baik dengan AIC sebesar 359,5597, lebih rendah dibandingkan model Poisson sebesar 1.168,6176. Hasil model menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka berasosiasi positif dan signifikan dengan jumlah kasus baru HIV/AIDS dengan IRR sebesar 1,5052. Sementara itu, kepadatan penduduk, persentase penduduk miskin, dan indikator tahun belum signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan pentingnya mempertimbangkan indikator ketenagakerjaan dan prioritas wilayah dalam pengendalian HIV/AIDS di Kalimantan Timur.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-06-30