https://jurnal.bpskalbar.com/index.php/jsa/issue/feed Jurnal Forum Analisis Statistik (FORMASI) 2026-06-30T01:20:52+00:00 Jurnal Forum Analisis Statistik (FORMASI) jurnal.bpskalbar@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>Jurnal Forum Analisis Statistik (FORMASI)</strong> dikelola oleh <a title="Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat" href="https://kalbar.bps.go.id/" target="_blank" rel="noopener">Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat</a> sebagai wadah publikasi artikel ilmiah pejabat fungsional statistisi, akademisi dan praktisi bidang kajian statistika dan terapannya. Untuk menjaga kualitas dari artikel yang dipublikasikan oleh Jurnal FORMASI, kami senantiasa melakukan evaluasi berkala. Jurnal FORMASI saat ini berkomitmen untuk menerbitkan 2 terbitan jurnal setiap tahunnya, yaitu pada Juni dan Desember.</p> https://jurnal.bpskalbar.com/index.php/jsa/article/view/145 Analisis Dinamika Kasus Baru HIV/AIDS di Kalimantan Timur Menggunakan Regresi Binomial Negatif 2026-06-26T08:03:19+00:00 Eli Zulkatri eli.zulkatri@lecturer.itk.ac.id Lili Hernawati lili.hernawati@lecturer.itk.ac.id Yumna Aqila yumna.kaltsum@lecturer.it.ac.id <p>Kasus HIV/AIDS masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang perlu dianalisis tidak hanya dari sisi jumlah kasus, tetapi juga dari pola perubahannya antarwaktu dan antarwilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika kasus baru HIV/AIDS di Provinsi Kalimantan Timur serta menguji hubungan antara indikator sosial-ekonomi dan jumlah kasus baru HIV/AIDS. Data yang digunakan merupakan data panel 10 kabupaten/kota selama periode 2022 sampai 2025, sehingga diperoleh 40 observasi. Variabel respons adalah jumlah kasus baru HIV/AIDS, sedangkan variabel penjelas meliputi kepadatan penduduk, persentase penduduk miskin, tingkat pengangguran terbuka, dan indikator tahun. Analisis dilakukan menggunakan regresi Poisson dan regresi Binomial Negatif. Hasil deskriptif menunjukkan bahwa total kasus baru HIV/AIDS menurun dari 453 kasus pada tahun 2022 menjadi 297 kasus pada tahun 2025, tetapi masih terkonsentrasi pada Kota Samarinda, Kota Balikpapan, dan Kutai Kartanegara. Model Poisson menunjukkan overdispersi dengan <em>deviance</em>/df sebesar 29,6335 dan Pearson/df sebesar 39,0681. Regresi Binomial Negatif memberikan kecocokan model yang lebih baik dengan AIC sebesar 359,5597, lebih rendah dibandingkan model Poisson sebesar 1.168,6176. Hasil model menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka berasosiasi positif dan signifikan dengan jumlah kasus baru HIV/AIDS dengan IRR sebesar 1,5052. Sementara itu, kepadatan penduduk, persentase penduduk miskin, dan indikator tahun belum signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan pentingnya mempertimbangkan indikator ketenagakerjaan dan prioritas wilayah dalam pengendalian HIV/AIDS di Kalimantan Timur.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Eli Zulkatri, Lili Hernawati, Yumna Aqila