Paradoks Bonus Demografi Terhadap Stagnasi Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Barat
DOI:
https://doi.org/10.57059/formasi.v5i2.113Kata Kunci:
bonus demografi , pertumbuhan ekonomi, IPM, regresi data panelAbstrak
Provinsi Kalimantan Barat merupakan salah satu daerah yang sedang berupaya mengoptimalkan peluang bonus demografi yang secara teoretis berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, menjelang periode puncak bonus demografi, pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat justru cenderung stagnan. Kondisi ini diduga berkaitan dengan masih terbatasnya kualitas keahlian sumber daya manusia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas keahlian manusia terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Barat. Dengan mengacu pada teori pertumbuhan ekonomi neoklasik, penelitian ini menerapkan model regresi data panel menggunakan data yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat periode 2020–2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat signifikansi 5 persen, akses internet dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat. Namun demikian, IPM terbukti berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi, yang mengindikasikan bahwa kualitas keahlian sumber daya manusia di Kalimantan Barat masih relatif rendah dan belum mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara optimal.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Cici Suria

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

